Komnas HAM Animo Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Masyarakat Mimika

Komnas HAM Animo Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Masyarakat Mimika

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM menghargai keputusan majelis hakim Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya atas keputusan pada tersangka Helmanto Fransiskus Dakhi. Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro memandang vonis sepanjang umur pelaku mutilasi empat masyarakat Mimika itu bisa memberikan rasa keadilan untuk keluarga korban.

Atnike menjelaskan keputusan itu memperlihatkan ada perubahan pada dunia peradilan di Indonesia. Karena, menurutnya, keputusan majelis hakim terebut memiliki sifat obyektif dengan menimbang bukti-bukti yang ada pada kasus itu.

“Keputusan itu menggambarkan bukti kejadian, bukti persidangan, konstruksi hukum, dan nilai-nilai dan konsep hak asasi manusia, dan keadaan psikologi keluarga korban,” kata Atnike lewat info tercatat.

Disamping itu, Atnike menambah, keputusan itu sebagai sececah keinginan untuk peradilan militer di Indonesia. Masalahnya katanya, vonis itu memperlihatkan semuanya orang sama di mata hukum, baik masyarakat sipil atau militer.

“Keputusan ini memperlihatkan ada keinginan khalayak akan tegaknya keadilan hukum di tanah Papua yang makin lebih baik,” tutur ia dalam info tercatat.

Atnike menjelaskan Komnas HAM memberi animo ke Panglima TNI Yudo Margono yang merestui keinginan keluarga korban supaya proses pengadilan dipinah ke Jayapura dari Makassar. Hal itu, katanya, mempermudah pihak keluarga sebagai pihak pencarian keadilan untuk mengawasi jalannya proses sidang.

“Komnas HAM mengharap keputusan ini menjadi signal cara maju dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia di Papua,” kata Atnike.

4 orang masyarakat Mimika, Papua dibunuh dan dimutilasi oleh 9 orang. Beberapa pelaku itu, 6 orang salah satunya sebagai anggota TNI Angkatan Darat, sementara 3 orang lain dengan status sebagai masyarakat sipil. Pembunuhan itu berawal dari jual-beli transaksi senjat api di antara beberapa pelaku dengan korban.

See also  Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Yakinkan Pakai Pendekatan Humanis Bereskan Permasalahan Papua

Saat peristiwa, beberapa korban yang bawa uang kontan sebesar Rp 250 juta yang dibuntel plastik akan beli senjata api dari beberapa pelaku. Ke-4 korban juga melangsungkan tatap muka dengan beberapa pelaku di lahan kosong dekat perumahan masyarakat di Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua. Sesudah tatap muka terjadi, beberapa pelaku yang bersandiwara jual senjata api selanjutnya membunuh beberapa korban dan memutilasi jasadnya.

Beberapa pelaku selanjutnya bawa ke-4 mayat korban ke Jalan Kosong Lokpong. Kemudian, beberapa pelaku selanjutnya memutilasi mayat ke-4 korban itu pada tempat itu memakai parang. Kemudian, beberapa pelaku buang badan beberapa korban ke Sungai Pigapu sesudah ditempatkan ke 6 buah karung.

Check Also

RS Polri Sudah Analisis Semua Mayat Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

RS Polri Sudah Analisis Semua Mayat Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

RS Polri Sudah Analisis Semua Mayat Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Faksi Kepolisian umumkan sudah …